Senin, 07 Desember 2015

Bagian 1



I

        Suara bising laju kendaran itu terdengar jelas ditelinga. Debu dan polusipun menjadi hal yang sangat lumrah ku alami. Teriknya sinar matahari terasa menembus kulitku, debu-debupun seolah berlomba-lomba menyibak rambut-rambut hidungku yang tentu saja membuatku semakin sesak.
        Kendaraan-kendaran terlihat hanya sedang merayap karna suasana siang ini teramat padat, apa lagi ini waktu makan siang. Macet!!.. Yahh,begitulah.. pemandangan seperti ini telah menjadi suatu fenomena yang biasa dikotaku ini.
        Sekali lagi kulirik jam chanel  yang melingkar dilengan kiriku,terlihat jarum panjang di angka 30 dan jarum pendek tepat berada di antara 12 dan 1.
        “Waahh..celaka bisa-bisa telat nih gua!!”. Gerutuku ditengah kemacetan yang menyebalkan.
Saat lampu hijau arah kampusku menyala langsung saja ku pacu kendaraan ku dengan kecepatan yang tak bisa melebihi 60 km/jm karna memang jalan raya itu masih padat. Akupun menyalip satu persatu mobil yang ada di hadapanku.
        Siang ini dijalan utama Bandar Lampung terlihat sangat padat,dengan hati kesal kutekan tombol kuning di stang kiri bagian bawah berkali-kali,namun nampaknya itu hanya menambah keruh suasana. Tepat didepan sebuah café terlihat segerombolan ABG  berdesak-desakan saling  berebut untuk bisa menyalip ke depan stage mini yang tingginya tak lebih dari 30 cm. Setelah sedikit melirik,Banner yang terikat di pinggir jalan memperlihatkan bahwa disana sedang ada peluncuran single  lagu Band pendatang baru.
        “Owhh..ini tho yang ternyata membuat macet. Huhh rusuh aja ni anak-anak ABG “.Omelku dalam hati.
        Terdengar samar-samar syair lagu yang tengah dinyanyikan oleh vocalis Band tersebut.
        “emm..suaranya lumayan juga,ada nilai jual!”.Pujiku kemudian
        “……Senja
        Kemana lagi harus kumencari
        Bertahun sudah aku berkelana
        Mencari dan berharap
        Takdir mempertemukan kita
        Senja kembalilah…
        Waktuku hampir habis
        Senja andai kau tau kaulah hatiku
        Kaulah cintaku
        Hidupku hampa tanpamu
        Ohh..senja kembalilah
        Ijinkan untuk terakhir kalinya
        Ku katakan tentang semua rasa yang terpendam
        Senja kaulah cintaku…..”
Tiba-tiba saja tanganku berhenti menarik gas mtorku,laju kendaraankupun berhenti tepat didepan panggung itu,aku merasa sepertinya lagu itu mamanggilku,tapi saat kakiku hendak berniat melihat siapakah gerangan yang ada di panggung tersebut,hp disaku tasku bordering.
        “Hallo sin, kamu dimana?”.Tanya seseorang disebrang sana.
        “Iya iya ka, aku udah deket kampus kok, bentar lagi nyampe”.Jawabku mencoba meredakan cemasnya.
        “owh,,yaudah buruan ya udah hampir mulai nih presentasinya”.Jawabnya lega.
        “Iya ya Tika bawel,,yaudah  bye,tunggu aku ya”.
        “Iya Sintha lelet,,hehehe”.


        Tika Putri Ambaratrini,dia adalah teman kampusku,dia bukan hanya sekedar teman,tapi juga sahabat yang ku anggap seperti keluarga sendiri,dia adalah sahabat yang paling mengerti aku,dia selalu ada untukku,persahabatan kami begitu indah. Dan saat ini dia tiba-tiba saja menelponku dengan suara cemprengnya yang agak menggangu telinga,dia sangat cemas karna dihari sepenting ini aku tidak biasanya terlambat,jadi mau gak mau aku harus segera ke kampus agar tak menerima omelan dia yang panjangnya seperti rel kereta api hehehe :D.
Padahal aku masih sangat penasaran dengan sosok penyanyi yang syairnya mampu menghentikan langkahku,tapi ya apa boleh buat aku harus memendam perasaan itu,
        “semoga suatu saat aku bisa bertemu dengan mereka”.Harapku dalam hati.
Setibanya di area kampus,akupun bergegas memarkirkan motor bututku dan taklupa menguncinya dengan gembok,antisipasi karna daerah kampusku masih rawan pencurian. Lalu dengan sedikit berlari kususuri satu persatu anak tangga di gedung utama tempatku mempresentasikan hasil penelitianku dengan kedua sahabatku.Keringatpun bercucuran disekitar pipiku,maklum cuaca yang panas ditambah harus menyusuri tangga hingga lantai 4 cukup membuat tenagaku terkuras.
        “Akhirnya sampai juga kamu sin”
        “sorry,deh aku telat,macet sih tadi”
        “iya gak apa-apa sin,mau kubeliin minuman segar gak sin? Keliatannya kamu cape banget”.Tanya Andi penuh perhatian.
        “ahh,,sintha thu emang dasar lelet aja,kayak gak tau aja lu ndi”
        Ya,memang sih Andi perhatian banget sama aku,tapi entah kenapa aku masih belum bisa menerima Andi untuk menjadi pengisi hatiku.Padahal Andi sangat tampan,berasal dari keluarga yang bonafit ,diantara teman-teman kampusku dialah cowo yang paling care,baik and perhatian banget sama aku,banyak cewe kampus yang iri padaku atas perhatian andi yang begitu besar padaku.
        “sin,,sintha? Kamu kenapa?kamu sakit ya?”.Tanya Andi memecahkan lamunanku.
        “ehh..enggak kok di,gak apa-apa cuman agak capek aja”.Jawabku  terkrjut.
        “Yaudah istirahat aja dulu di kelas,presentasinya masih 15 menit lagi kok,yuk aku anterin”
        “ahh gak usah di,gak apa-apa bener deh”
        “ehem..ehem aduh mau donk diperhatiin juga”.Goda Tika yang merasa dari tadi dicuekin.
        “iya deh Tika bawel,sini aku jitak kepalamu!!”.ucap Andi sambil mencoba meraih kepala Tika.
        “ihh..ndi sakit tau!! Huuhh..sin tolongin sih”.Tika mencoba bersembunyi dibalik tubuh ku.
Aku hanya bisa tertawa kecil menyaksikan hal kekanak-kanakan mereka.Gelak tawapun terdengar disana.Itulah yang terjadi saat kami bertiga bersama. Hal itu mengingatkanku dengan kedua sahabat kecilku pada  7 tahun lalu yang kini entah dimana,masih terlihat jelas samar-samar bayang wajah lugu keduanya yang kini mungkin mereka menjelma menjadi wanita-wanita yang banyak dipuja pria karna kecantikannya,Ayu dan Ratih namanya,teringat pula disaat tertawa bersama,saling memeluk dan berurai air mata,ketika menerima amplop kelulusan SMP dan saat itulah hari terakhirku melihat keduanya,karna mereka dikirim oleh orang tuanya keluar pulau untuk melanjutkan sekolah,karna menurut orang tua mereka sekolah SMA di kotaku belum  berstandar internasional,ya aku maklum saja mereka kan dari keluarga terhormat. Sejak saat itu perlahan-lahan aku kehilangan kabar dengan mereka hingga akhirnya benar-benar hilang takkala keluarga merekapun ikut pindah ke pulau sebrang.
Aku memulai perjalanan hidupku di bangku SMAN 1 bag.tengah kecamatan pusat  yang merupakan satu-satunya SMA yg berstandar nasional di kotaku,dan disanalah semua kisah cinta ini dimulai
***
        Siang itu cuaca cukup terik di daerah tepi pantai kotaku,saat ini aku sedang berdesak-desakan mengantri untuk mendapatkan formulir pendaftaran siswa baru di SMAN 1 bag.Tengah,Karna cuaca yang begitu terik ditambah lagi oleh desakan manusia yang begitu padat serta suara yang begitu gaduh membuatku merasa seperti terjepit diantara jurang yang begitu bau. Keringat bercucuran,menetes satu demi satu membuat jalur seperti anak sungai,kemudian bermuara pada dagu serta baju seragam putih biru ku.Letih memang harus mengantri seperti ini tapi ya namanya juga perjuangan.
Untungnya aku tidak sendiri,aku bersama dengan sahabat karibku,sahabat yang selalu ada bersama ku,sahabat yang selalu bersama sejak masa kanak-kanak, Lestari.
Kami selalu bersama-sama kemanapun kami pergi,bagai hal yang tak dapat terpisahkan lagi. Dialah satu-satunya yang ku punya sekarang setelah kepergian Ayu dan Ratih. Kami berjanji apapun  yang terjadi kami akan tetap bersama saling berbagi dan saling menasehati.
        Aku berdiri di depan Tari karna postur tubuhku yang tinggi mampu melindungi dia dari teriknya sang surya disiang ini. Setelah lama mengantri akhirnya aku dan Tari pun mendapatkan formulirnya. Bergegas kami menuju kebawah pohon beringin yang rindang duduk dan saling meminjam pundak untuk mengisi formulir tersebut,ya begitulah persahabatan kami saling membantu satu sama lain. Setelah diisi lengkap kamipin menyerahkannya kembali kepada panitia pendaftaran dan mendapatkan selembar kertas berisikan info waktu test tertulis dan test lisan.
        Begitu sulit untuk bisa diterima di sekolah negri ini,harus menjalani serangkaian test yang  luar biasa menguras keringat. Tapi karna tekad dan cita-cita untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya kami takan mudah menyerah dan akan terus berusaha. Ada 2 minggu waktu yang tersisa sebelum hari ujian tulis berlangsung dan waktupun tidak ku buang percuma hampir setiap malam kami bergantian berkunjung untuk belajar bersama.Tak jarang kadang ada pula teman-temanku yang rumahnya tidak jauh dari kami ikut bergabung. Dengan harapan yang sama yaitu bisa diterima di sekolah pilihan kami nantinya.
        Hari ujian pun datang,sepagi mungkin aku dan Tari berangkat ke lokasi ujian agar tidak terlambat dihari pertama ujian.Sebelum ujian berlangsung akupun taklupa mengikuti nasehat ayah agar berdoa terlebih dahulu meminta kelancaran dalam mengerjakan soal-soal ujian. Ujian pun dimulai dengan tenang aku menyelesaikannya satu persatu.sesekali ku lirik Tari yang berada tepat di depanku. Nampak dari raut wajahnya kalau dia lagi kebingungan. “Ah semoga saja dia ingat semua pelajaran telah kami bahas kemarin”.Selama tiga hari ujian berlangsung dan kini kami hanya perlu menunggu 1 minggu lagi untuk mengetahui hasilnya.Rasanya menunggu 1 minggu sama seperti  menunggu berbulan-bulan. Setiap hari selalu saja gelisah,khawatir dengan hasil yang akan di dapat nantinya.
        Waktu pengumumannya pun tiba. Jalan dipagi itu amatlah ramai.Ternyata lebih ramai dibandingkan dengan hari pendaftaran kemarin hampir 2000 anak smp dari berbagai wilayah ada disana.Dan semua datang dengan harapan yang sama denganku yaitu lulus ujian. Melihat jumlahnya yang mencapai 2000 peserta dan kuota siswa baru hanya mampu menampung maksimal 400 siswa,seketika itu juga pesimis mulai melanda.
        “ri,mungkin gak ya kita berdua diterima?.”Tanya ku dengan nada rendah.
        “kenapa kamu bertanya seperti itu sin?.kamu pesimis?.” Jawab Tari.
        “yaa gimana geh,coba lihat disekeliling kamu,banyak banget kan yang daftar dan kelihatannya mereka cerdas-cerdas,jadi ngeri gini ri”
        “yaudah,kita liat aja hasilnya nanti,kita berdoa aja sin”
        “iya ri,semoga lulus aminn”
        “amin”
Waktu pengumumanpun tiba tampak anggota osis dan dewan guru keluar ruangan dengan membawa kertas-kertas yang berisikan daftar nama-nama yang diterima di sekolah ini. Kontan saja para murid dan orang tua yang menunggu dari pagi langsung mengikuti mereka.

*bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar