Sabtu, 02 Mei 2015

tokoh-tokoh cerita gua yang akan datang


Hey guy's kali ini gua bakalan post yang berkaitan dengan postingan gua di bulan november tahun kemaren,
yaitu tentang kisah-kisah hidup gua (lebih tepatnya kisah cinta sih haha). oke kita mulai dari PERKENALAN tokoh2 yang bakal muncul di cerita2 gua selanjutnya.

Pertama-tama dan yang paling utama gua bakal kenalin dulu keluarga gua, mulai dari orang tua sampai adek" gua dan tentunya gua sendiri hehe. Bapak gua orang sunda, dia lahir di Cianjur pada tanggal 18 september 1973 jadi sekarang umurnya sekitar 41 lah ya, masih muda dan alhamdullilah sehat selalu, sedangkan Mamah gua orang palembang lahir di Palembang 3 mei 1974, mereka nikah sekitar tahun 1992,Gua juga gak pernah nanya sih mereka ketemu dimana yang jelas mereka nikah muda dimana mamah gua bru 18 dan bapak gua 19, iri banget deh ama keseriusan mereka. kalo aja ortu gua kayak pemuda jaman sekarang yang kebanyaan mikirin karir mungkin gua gak akan ada di dunia ini kalik ya,, salutt deh sama perjuangan mereka. Di usia muda mereka bisa menjalani hidupnya dengan penuh kerja keras. Gua cuman bandingin aja sih sama pemuda jaman sekarang yang ah sudahlah.. Gua yang umurnya udah 20 aja masih gak bisa bayangin klo udah nikah gimana,,haha udah ah malah bahas pernikahan pula -__-" intinya orang tua gua HEBATT!! :) (tambahin uang saku ya pak, rajin" isi in pulsa ya mah) hahaha. Setelah nikah dan ngelahirin gua dan adek gua Dani, kami pindah ke Lampung.

Nah sekarang gua kenalin adek-adek rese gua (viss bray) adek pertama gua namanya DANI ya sebut aja gitu dia lahir 2 tahun setelah gua pada hari pahlawan tahun 1996, sekarang dia kelas 3 SMA semester akhir, nih anak yang paling nakal diantara adek-adek gua yg lainnya , paling tinggi dan paling maless, aist gak ada bener2nya ni orang (semoga dia gak baca) tapi yang bikin gua heran ni anak gak pernah belajar di rumah kerjaannya maen game aja tapi prestasinya di sekolah mah jempolan,, ckckck heran gua dek sama lo,salut gua, gua ralat kata-kata hujatan gua yang tadi ternyata lu ada bagusnya juga walopun kebanyaan yg gak bagusnya haha.

Adek ke dua gua ini rada aneh, ni anak paling cengeng di keluarga gua, kerjaannya nangis mulu, selalu jadi korban jahilnya dani, dia lahir di bulan juni 2003, namanya ROBI iya udah anggep aja gitu, dan adek gua yang terakhir lahir di bulan november juga tahun 2008, di panggil VITA, nih adek bungsu gua yang selalu buat gua pengen pulang kampung, ni anak makin hari makin gemesin aja, ada banyak cerita tentang vita, tentang kisahnya yang rumit dan tentang masa2 balitanya yang tak biasa. kapan-kapan gua bakal fokus nulis tentang dia.

Oke, keluarga udah, sekarang temen dan yang lainnya.
Yang jadi list pertama gua adalah sahabat gua yang paling gua sayang, dia yang gak pernah pergi dari sisi gua, dia yang selalu ada disaat semua pergi ninggalin gua, dia yang paling ngertiin gua, dan pokoknya dia yang terbaik. Namanya Ferty, dia suku jawa tapi udah netap di Lampung cukup lama. Dia orang pertama yang gua kenal sekaligus jadi sahabat pertama gua. Dia ngajarin gua bnyak hal terutama tentang bahasa Lampung yang (agak) ribet. Ya namanya juga hidup gak semuanya mulus, gua ama ferty pun pernah gak setegoran hampir setahun. Lalu ada Leo, Andri, Angga, Rama, dan Ifah, ya mereka semua tetangga gua dan juga temen-temen gua dan mereka akan jadi bagian dari cerita gua.

Dan yang ini nama-nama samaran orang-orang yang bakal jadi tokoh dalam cerita cinta gua, (sengaja gua samarin namanya biar gak ada yg tau hahaha). Gua tomboy (dulu) dan gua kayak gitu karna ada sebabnya, gua dari kecil udah maen bareng cowo, temen gua rata-rata cowo semua, dan dikampung gua anak cewe seusia gua rumahnya jauh-jauh cuman ferty doang yang deket, dan entah kenapa gua lebih nyaman maen bareng sama temen cowo dari pada cewe, mungkin juga karna gua punya adek cowo. Dulu gua pikir gua itu gak normal, gua gak ngerasa ada ketertarikan sedikitpun sama cowo, mungkin karna tmen-temen gua gak ada tampang semua kalik ya (emang makhluk astral hahaha)  
dan cowo pertama yang bikin gua sadar kalo gua ini sebenernya normal adalah PUTRA, ya dia nyadarin gua dengan tampang manisnya, sejak saat itu gua jdi punya feeling ke beberapa cowo yang punya tampang dan care sama gua, saat SMP ada PRATAMA, dan KIKI, di zaman SMA ada KHAN (karna dia suka bnget film" india sama kayak gua ), IQBAL, RAHMAN,dan ANWAR. Setelah lulus hingga sekarang ada beberapa yang wajib gua share, pertama ada KEVIN, NOUFAL, ADY, dan yang terakhir OMAN. 

nah pada postingan berikutnya gua bakal ceritaain tentang tokoh-tokoh diatas sampai alasan gua lebih milih jomblo sekarang. oke I think enough for this post, see yaa.. :)

Rabu, 15 April 2015

Remember Rain



            Hujan yang mengguyur Jakarta memaksa kakiku melangkah lebih cepat. Agak berlari aku menuju salah satu halte Busway yang berada di daerah rawamangun Jakarta timur sekitar beberapa meter dari Universitas Negri Jakarta. Meskipun jarak kampus dan rumahku beberapa kilometer, sepulang kuliah aku memilih menaiki kendaraan umum. Mobil yang biasa ku pakai ku biarkan beristirahat dirumah. Aku ingin menikmati Jakarta dengan berjalan kaki. Kesibukan Jakarta yang bertambah pada sore hari, terkadang menjadi salah satu yang dapat dinikmati. Orang-orang berjalan cepat, berburu dengan waktu, kesemerautan kendaraan; polusi dari knalpot kendaraan,pada saat-saat tertentu menjadi menarik. Hujan masih turun, dan Bus yang ditunggu belum juga tiba. Aku melihat 2 orang anak SMA berlarian di tratoar bermain-main dengan lebatnya hujan. Tanpa kusadari aku tersenyum melihat mereka, dan pikiranku menerawang jauh, kembali ke 4 tahun silam, dimana aku masih berseragam putih abu-abu, masa yang menyimpan jutaan kenangan indah, tentang sosok yang sangat aku rindukan.
            Hari itu sekitar akhir 2009 juga turun hujan, aku dan dia berlari-lari kecil menuju gerbang sekolah. Gerbang itu cukup besar terdapat ukiran nama sekolahku dengan huruf kapital SMAN 25 BANDAR LAMPUNG, dikelilingi oleh tembok tinggi berwarna pucat. Dia yang bersamaku adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki, namanya Andre Gumilang, dia asli suku Lampung.Ya, saat SMA aku memang bersekolah di Lampung, aku pindah dari Jakarta mengikuti kedua orang tuaku. Saat itu ayah sedang membangun perusahaannya di Lampung. Andre adalah teman pertama yang ku kenal semenjak tinggal di Lampung tepatnya sekitar 3 tahun yang lalu. Kini kami sedang menikmati masa-masa akhir SMA. Andre adalah sosok yang ceria, nakal, setia kawan, dan sebenarnya sosok yang cukup pintar bahkan lebih pintar dari aku, meskipun dia sering bolos,nilai-nilainya sangat bagus. Tak pernah sekalipun kulihat dia bersedih, entahlah aku anggap hidupnya selalu bahagia. Dia sering kali bolos dari pelajaran kimia, tak pernah ku tau kemana dia pergi saat membolos. Dia hanya menjawab jika dia pergi kesuatu tempat untuk menghindari guru atau teman-temannya. Dia adalah sosok yang hebat, dia selalu ada di sampingku, persahabatan kami sangatlah indah.
            Tapi, akhir-akhir ini dia berubah, dia tidak seceria yang kemarin, sering kudapati dia sedang melamun. Aneh, tak seperti biasanya, sering aku mencoba mengetahui bagaimana hidupnya sebenarnya, namun tidak berhasil. Meskipun kami sudah berteman sejak kelas 1 SMA, aku tidak terlalu tau banyak tentang dirinya, karna dia sangat tertutup untuk masalah pribadinya. Dari tatapan matanya dapat kusimpulkan bahwa selama ini ada sebuah rahasia yang tak pernah dia ingin siapa pun mengetahuinya, termasuk aku.
            Sepulang sekolah dia terlihat sangat tergesa-gesa.
            “Dre..lo mau kemana? Buru-buru amat”. Aku bertanya sambil menghentikan langkahnya.
            “gua ada urusan bim, sorry gua hari ini gak bisa ikut belajar di rumah lo”.
            “iya, emang lo mau kemana? Gua anterin ya, lo keliatan pucet gitu, gua bawa mobil bokap tuh”. Pintaku agar aku tau tujuannya.
            “etdah..kagak usah bimo!! Gua baik-baik aja kok, Gua bisa sendiri, lo pulang aja kan udah ditunggu nyokap lo dirumah”.
Andre langsung pergi tanpa menghiraukan hujan yang membasahi tubuhnya serta aku yang berusaha mengejarnya,  dia hilang di antara keramain, dan sempat kulihat dia menaiki sebuah angkutan umum.
            “heemm, mau kemana dia? Itu kan bukan arah rumahnya?”. Gumamku dalam hati.
Sejak hari itu dia berubah, dia bukan seperti Andre yang kukenal, aku merasa seperti ada jarak antar kami. Dia sangat jarang masuk sekolah. Sekalinya masuk, dia seolah menghindariku. Entah sudah berapa puluh sms yang kukirim padanya namun tak ada satupun yang dibalas.
            “Dre, lo ada masalah apa? Lo kenapa? Kenapa lo ngehindarin gua terus? Gua salah apa sama lo? Lo udah gak mau temenan sama gua lagi?. Dre, minggu depan kita ulang tahun, gua mau lo dateng dan niup lilin bareng gua, orang tua gua mau kita ngadain pesta bareng, lo bakal dateng kan? . Dre gua itu sahabat lo, apapun yang lo butuhin gua bakal berusaha bantuin lo, dan apapun yang lo mau gua bakal berusaha mewujudkannya, plis dre lo jangan hindarin gua kayak gini terus, gua kangen maen bola bareng lo, gua pengen ikut balapan motor sama lo lagi, dre semoga semua baik-baik aja”
Dan beberapa minggu sebelum ujian nasional berlangsung dia tidak pernah lagi masuk sekolah. Aku mendapat kabar bahwa dia pindah dan berhenti sekolah. Aku sebagai teman merasa sangat marah, aku marah karna dia pergi begitu saja. Dia pergi tanpa mengucapkan perpisahan, dan dia pergi tanpa menghadiri pesta ulang tahunku. Ada rasa terhianati disini, dan dia pergi dengan meningkalkan banyak pertanyaan di benakku. Seusai pembagian ijazah, aku kembali datang kerumahnya yang kotor, terlihat bahwa selama ini tidak dihuni. Warga sekitar mendengar kabar bahwa dia dan keluarganya pindah ke Jakarta, namun tak ada yang tau alamat pastinya. Hari-hari terakhir di Lampung sangat membosankan. Kemudian aku melanjutkan kuliah di UNJ, dan memilih menetap sendiri di rumah lamaku di Jakarta timur. Hari demi hari aku berharap mendapat kabar dari Andre, hingga suatu hari di tahun 2012 aku mendapatkan sebuah paket. Disana tertulis namaku dan nama pengirimnya yang tak lain adalah Andre.
Kulihat box itu penuh dengan beberapa barang dan surat.
             Untuk sahabatku Bimo
Bim, maaf karna gua gak pernah ngasih kabar ke lo, gua cuman gak mau ngelibatin lo dalam masalah gua, maaf kalo gua gak bisa dateng saat lo ulang tahun, gua pengen banget dateng, tapi gua gak bisa bim, hari itu gua kerumah sakit, gua harus ngikut kemoterapi, selama ini jadwal kimia kita bertepatan dengan jadwal kemo gua bim, makanya gua gak pernah ngajak lo waktu bolos. Maaf gua gak pernah ngasih tau lo keadaan gua yang sebernya, gua gak bisa ngeliat sahabat gua yang cakep kayak lo sedih. Gua pindah ke Jakarta, karna disini peralatan kemonya lebih lengkap. Gua sempet beberapa kali ngeliat lo, gua selalu ada di sisi lo bim, gua seneng akhirnya lo bisa kuliah di jurusan yang lo pingin. Gua bahagia sempet kenal sama lo bim, makasih untuk semuanya, ini ada surat-surat yang gua bikin disetiap ulang tahun lo, ada juga kado-kado buat lo, mungkin saat lo terima ini semua, gua udah gak ada di dunia ini bim, tapi gua bakal selalu ada di hati lo, kita akan tetap jadi sahabat bim,
Sahabatmu
Andre
            Air mata tak mampu ku bendung lagi, aku menangis. Aku masih tak percaya bahwa Andre tlah tiada. Hari itu juga aku langsung menuju alamat yang terdapat di kotak itu dan ternyata benar. Aku di antarkan oleh ayahnya ke makam Andre. Aku bersimpuh lemas dihadapan makamnya, dia yang kunanti selama ini telah tiada. Lagi-lagi hujan turun menemani kesedihanku.
            “hey,kak bimo..kok ngelamun aja sih,ayok naik tuh busnya udah sampe”.
Aku disadarkan oleh Tiara, sosok cantik yang menemani hariku kini, hujan telah reda. Makasih Andre, kau telah mengajarkan banyak hal pada ku, tentang arti persahabatan yang sebenarnya, tentang perjuangan hidup dan tentang cara mensyukuri apapun keadaan kita sekarang. Aku akan selalu mengenangmu di setiap rintik hujan yang turun,hujan yang hadir di saat pertemuan pertama dan terakhir kita.
END

Rabu, 05 November 2014

Cerita GUA (prolog)


                                                      life just like a lolipop

part 1:
Bagiku hidup adalah misteri, dan istilah “lakukanlah yg terbaik hari ini,karna kita tak pernah tau apa yang terjadi esok” adalah istilah yang benar-benar nyata di dalam kehidupanku.
Tapi kini aku hanya mengikuti satu istilah yaitu “berjuanglah,dan berharaplah,serta jangan pernah berhenti bermimpi seakan-akan kamu akan hidup sampai seribu tahun lagi”.
Saat ini aku hanya mengikuti alur hidup yang telah di gariskan Tuhan untukku,dan terus berusaha yang terbaik.
Jika,melihat kebelakang,alangkah bedanya kehidupanku yang dulu dengan keadaan yang sekarang. Bisa dibilang dulu,tak pernah sedikitpun terbayangkan akan hidup dalam kondisi seperti sekarang, dulu semua terasa sempurna, hingga akhirnya terlalu santai menikmati hidup dan lupa bagaimana caranya mempertahankan itu hingga akhirnya hidup itupun berubah,saya kehilangan segalanya,harga dan kesenangan yang dulu saya miliki raib bagai ditelan bumi.
Satu persatu mulai hilang dari hal terkecil sampai akhirnya rumah yang dibangun dengan penuh keringatpun terpaksa digadaikan dan akhirnya disinilah aku sekarang,dikeadaan yang serba kekurangan.
Tapi bukankah ada yang bilang”Dibalik peristiwa,hikmah yang tercipta”. Ya ,sekali lagi istilah itu benar. Selalu ada hikmah dibalik bencana. Tuhan memberikan cobaan ini karna hanya agar kami bisa lebih bersyukur dalam menjalani kehidupan.
Semua masalah yang menimpaku menjadikanku bijak dalam berpikir. Aku hidup bukan hanya untuk hari  ini tapi juga untuk masa-masa kedepannya,hingga kini aku bisa lebih bersyukur dalam keadaan apapun karna setiap masalah pasti ada jalan keluarnya selama kita percaya jalan itu ada dan berusaha menemukannya.

Keluarga adalah segalanya bagiku,mereka adalah semangat hidupku,tanpa mereka aku takkan sanggup bertahan sejauh ini,mereka adalah harta yang paling berharga yang pernah aku miliki.Aku sangat mencintai mereka dan mereka pun selalu memmberi support terhadap apapun yang aku lakukan.
Aku yang sekarang ada karna mereka.Aku kini akan terus berjuang juga karna mereka. Semoga Tuhan senantiasa menjaga mereka yang kini jauh dariku.
Aku berharap suatu saat nanti,saat aku kembali ke pelukan mereka aku telah menjadi seseorang yang berguna yang telah berhasil membuat mereka bangga,aku akan merubah keadaan yang sekarang kembali seperti dulu tentunya akan lebih baik dari dulu,demi dan karna mereka aku  hidup.
Ya demikianlah sekilas tentang hidupku yang penuh dengan lika-liku dunia yang penuh misteri
Sekarang akanku kisahkan tentang perjalannku mengenal kata CINTA dan berbagai rintangan yang aku hadapi selama ini. Dari yang paling pertama sampai yang sekarang.

Rabu, 20 Agustus 2014

Semua tentang kesabaran

Saya pernah jatuh cinta,ia saya pernah bahkan sering jatuh cinta.
Saya juga pernah sungguh-sungguh bertahan demi cinta.
Saya pernah benar-benar setia.
Meskipun pada akhirnya saya di kecewakan
oleh harapan-harapan kosong belaka,
dikecewakan oleh sebuah penghianatan,

Tapi apakah saya harus berhenti?
TIDAK!!
tidak mungkin untuk berhenti.
semua kegagalan hanya membuatku semakin semangat
semangat untuk terus mencari dan untuk terus jatuh cinta
Sampai kapan?
sampai kapanpun hingga akhirnya kutemukan cinta sejati,
cinta yang datang dan takan pernah pergi lagi.

Jika yang kau cintai bukanlah yang terakhir itu,apakah kau akan tetap bertahan?
IYA,saya akan tetap setia,saya akan tetap bertahan.
karna bagi saya hanya ada sebuah prasangka baik dan semua ditanggapi dengan positif,
jika memang pada akhirnya cinta itu pergi,maka itu saatnya mencari cinta yang lainnya,
selalu ada cara untuk bertemu dengan yang sejati itu,
mungkin jalannya memang seperti itu.

Terkadang kita harus bertemu dengan beberapa hati yang salah
sebelum akhirnya bertemu dengan yang sejati.
Sabar dan terus berdoa adalah kuncinya.
teruslah jatuh cinta dan jangan pernah menutup hati untuk cinta yang baru
saat cinta yang lama telah pergi.
Dan teruslah setia,kelak kau akan mendapatkan yang setia pula.
semua ini tentang kesabaran
Pria Tampan

Nampak jelas jalanan telah mengaburkan kharismamu
Kerasnya kehidupan telah merampas senyum indah diwajahmu

Kita yang dulu berjalan bersama
Kini dipisahkan oleh sebuah mimpi

Tapi kau tetap pria tampan
Pria tampan idolaku
Meski kulit putihmu kian hari kian melegam tersengat sinar sang surya
Meski kaki indahmu semakin kasar di makan jalanan

PRIA TAMPAN itu kamu
kamu AYAHku
Ayah terhebat yang ku punya
Kau tak pernah berhenti berjalan
menyusuri setiap liku kehidupan
Tak peduli terik mentari membakar
Acuh pada hujan yang mengguyur
Tegar pada saat terjatuh oleh krikil kehidupan
Kau terus berjalan
Demi kami,keluargamu

Terima kasih untuk setiap tetes kengingat yang terkuras
Untuk setiap petuah hidup dan untuk semua semangat yang kau tanamkan

Sabarlah Ayah,,
Aku kini mulai berjalan
menjalankan semua nilai berjuang yang kau ajarkan
memaksakan diri untuk berpisah darimu
demi sebuah mimpi indah
mimpi yang akan ku perjuangkan
hanya demi keluarga kita terutama untuk mu 
PRIA TAMPAN idolaku